Yasa Singgih “Never Too Young to Become a Billionaire.”


TUGAS KEWIRAUSAHAAN
PROFIL KEWIRAUSAHAAN SUKSES
YASA SINGGIH
OLEH :
Hatika Hairani
171201030
HUT 2 B







PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018


PROFIL LENGKAP YASA SINGGIH
1. Biografi Singkat Yasa Singgih


Nama                                       : Yasa Paramita Singgih
Tempat, Tanggal Lahir            : Bekasi, 23 April 1995
Ayah                                       : Marga Singgih 
Ibunya                                     : Wanty Sumarta
Saudara kandung                    : Prajna, Viriya
Pendidikan                              : SD Ananda dan SD Surya Dharma
                                                 SMP Regina Pacis Jakarta
                                                 SMA Regina Pacis Jakarta.
            Yasa Paramitha Singgih, ikon entrepreneur muda Indonesia begitulah masyarakat mengenal pemuda satu ini. Yasa merupakan sosok dibalik terkenalnya brand sandang pria Men’s Republic. Tak hanya terkenal di Indonesia, Men’s Republic juga mulai terkanal hingga ke mancanegara seperti Hong Kong, Makau, Taiwan, Malaysia, Filipina, hingga Nigeria.
            Kesuksesan ini merupakan buah dari kerja keras dan kegigihan Yasa. Siapa sangka bisnis yang awalnya hanya bermodalkan ratusan ribu kini dapat mendapatkan omset ratusan juta perbulannya.
            Keluarga Yasa bukan dari keluarga pebisnis. Orangtuanya adalah pekerja kantoran seperti orang biasa pada umumnya. Dunia yang Yasa tahu lulus SMA, kuliah, kerja dan menjadi manajer dikantoran seperti ayahnya. Namun kenyataanya dunia yang Yasa jalani ini sangat berbeda dengan apa yang dibayangannya saat itu.
            Menjadi pengusaha seperti ini bukanlah cita-cita dari seorang Yasa. Semua ini terjadi karena keadaan yang memaksanya. Jatuh bangun dari usaha ini pun pernah dialaminya. Bahkan rugi ratusan juta hingga harus kehilangan usahanya pun pernah. Namun kegagalan yang dialami Yasa tidak membuatnya patah semangat, malah menjadi motivasi tersendiri untuknya.
            Hingga akhirnya Yasa masuk kedalam kategori 30 Under 30 Young Leaders & Entrepreneurs in Asia versi Forbes tahun 2017. Meskipun kesuksesan Yasa tidak perlu diragukan lagi, namun Yasa tetap memikirkan pendidikannya. Terbukti,  Yasa sedang menjalani kuliah di Bina Nusantara University jurusan marketing communication.

2. Perjalanan Karir Yasa Singgih
            Awal dari perjalan karir dari seprang Yasa adalah sebuah musibah. Suatu keadaan dimana saat ia masih menduduki kelas 3 SMP ayahnya terserang penyakit serangan jantung akibat hipertensinya. Keadaan ayahnya saat itu cukup parah sehingga harus menjalani operasi. Biaya yang dibutuhkan oleh keluarganya saat itu cukup banyak, biaya operasi orang tuanya, biaya sekolah Yasa yang ingin masuk SMA dan juga kakaknya yang saat itu akan masuk kuliah. Namun begitu pun ayahnya lebih memilih biaya tersebut untuk biaya sekolah anaknya, hal tersebutlah yang menjadi titik balik dari Yasa.  Selain itu, dulu Yasa berpikir, bagaimana Yasa bisa menyelesaikan sekolah dengan uangnya sendiri. Perasaan Yasa campur aduk, antara takut tidak bisa sekolah, takut tidak memiliki duit, takut sakit ayahnya makin parah. Kondisi ini yang memicu Yasa harus menghasilkan sesuatu dari sejak muda. Paling tidak gaji dari pekerjaannya bisa ia manfaatkan untuk uang sakunya selama sekolah sehingga ia tidak perlu lagi meminta kepada orangtuanya. Begitulah yang ada difikirannya saat itu.
            Akhirnya Yasa memutuskan untuk bekerja paruh waktu apapun caranya yang penting pekerjaan tersebut halal dan tidak kriminal. Di usia 15 tahun Yasa bekerja di EO milik teman dan menjadi master of ceremony (MC) di berbagai acara mulai dari ulang tahun, musik, perlombaan, talk show, hingga seminar di pusat belanja di Jakarta. Kala itu, dalam seminggu Yasa bisa mengisi sampai tiga acara dalam akhir pekan. Uang yang ia terima kala itu adalah Rp. 350.000 setiap kali ia tampil.
            Meskipun menjadi MC merupakan pekerjaan pertama untuk Yasa, hal inimembuat Yasa semakin semangat untuk mencari pekerjaan. Kemudian setelah ia lulus SMP dan memasuki SMA, saat itu usianya 16 tahun, ia mulai terjun ke dunia bisnis meskipun masih sekala kecil. Bisnis jual beli online menjadi pilihan karena memang saat itu yang bisa ia manfaatkan untuk memulai usaha adalah itu. Dia memaksimalkan Blackberry Messenger untuk menjual produk lampu hiasnya, tetapi tak lama kemudian, usaha lampu hiasnya tutup lantaran distributor tidak dapat memberikan barang lagi.
            Setelah itu, memutuskan banting setir ke usaha fashion. Melalui orangtua dari teman baiknya yang punya usaha konveksi, ia akhirnya tertarik untuk berjualan kaos. Sebelumnya Yasa agak sedikit frustasi, karena pernah mengalami kebangkrutan sebelumnya. Namun secara tidak sengaja Yasa beli dan pelajari buku om Jaya Setabudi “The Power Of Kepepet”. Yasa benar-benar praktekin ilmu yang ada didalam buku itu. Akhirnya dia ngorbanin uang 500.000 untuk design baju itu biar muncul keadaan KEPEPET seperti yang dia baca ditulisan om Jaya Setabudi.
Karna udah kepepet, Yasa cari akal dan pergi deh dia ke Gramed terdekat, finally dia mutusin beli buku “3 Hari Jago Adobe”. 7 hari fokus belajar Adobe, boro-boro bisa design malah makin pusing Yasa ga bisa sama sekali, malah waktu udah makin mepet, karna uda terlalu mepet dia mutusin  design kaos pake Microsoft Word. Kerennya Yasa dia mepetin dirinya dan akhirnya design kaos itu tadi bisa dipaksain di produksi dan jadi loh kaosnya 2 lusin.
Di situ yasa mikir pas design kaos Bung Karno “Orang Indonesia ini ratusan juta, masa 24 orang aja gak ada yang beli!?”. Pas uda jadi kaosnya luar biasanya Yasa jualan 1 bulan cuman laku 2 kaos, itupun yang beli nyokapnya karna kasian, dan kaosnya dikasi ke satpam komplek hehehe. Setelah kejadian itu Yasa malah makin nekat buat ngembangin usahanya, setelah gagal ngelarisin Bisnis kaos Sukarno pertamanya ini dia pergi ke pasar tanah abang dan nge borong baju, Yasa nggak peduli gimana nanti marketingnya, pokoknya mulai dulu aja, barang harus habis dulu. Dan kali ini Yasa ngebuktiin ke kita semua kalau kita gak akan pernah tau seberapa kuat diri kita sampe kita cuman punya 1 pilihan, dia berhasil nutup semua modal dalam waktu 1 bulan.
            Keinginan Yasa Singgih untuk menekuni ternyata kian hari semakin kuat, dorongan tersebut membuatnya mencoba membuka bisnis baru pada tahun 2012 dengan mendirikan kafe kecil yang ia namai Ini Teh Kopi letaknya di kawasan Kebun Jeruk. Tak lama kemudian, sekitar enam bulan kemudian ia sudah membuka cabang baru tepatnya di Mall Ambassador Jakarta Selatan.Namun ternyata bisnis baru yang ia kelola tersebut mengalami kebangkrutan yang membuatnya malah menderita kerugian. Menurutnya, jika dihitung kerugian yang ia derita mencapai 100 juta dari kegagalan yang ia alami.
Pada usia 19 tahun, setelah Ujian Negara usai, ia bangkit lagi dengan bisnis fashion-nya. Ia memualai usahanya dari 0.  Kali ini ia bangkit dengan konsep yang jelas juga dengan perencanaan bisnis yang tersusun rapi.
Datang dengan konsep membuat brand fashion yang khusus untuk remaja pria, middle class dan harganya di bawah Rp500.000, dan go online tapi kualitas mall dengan harga online shop. Maka ia mengibarkan kembali bendera Men’s Republic. Pada awalnya, Yasa hanya menjual sepatu kasual untuk pria. Namun semakin besar usahanya membuat brand yang ia kelola semakin menawarkan produk yang beragam. Saat ini, Men’s Republic menjual produk celana dalam, jaket, dan juga sandal untuk pria.
Kini, produk Men’s Republic telah menjual 500 buah pasang sepatu per bulan. Tanpa ada pabrik Yasa mampu menghasilkan omzet mencapai ratusan juta rupiah. Dari usaha tersebut ia mampu mendapatkan laba bersih 40%. Tak puas pada produknya sekarang, masih ada pemikiran dibenaknya untuk menjual produk ikat pinggang, dan celana. Yang paling pasti adalah ia akan terus mematangkan konsep bisnis sambil berjalan.
Pada tahun 2015, Yasa menulis sebuah buku berjudul “Never Too Young to Become a Billionaire.” Buku yang ia buat untuk bisa berbagi pengalaman kesuksesan, tips-tips berbisnis, dan strategi yang ia buat. Selain itu ia juga menjadi narasumber di berbagai institusi mulai dari Kementerian Republik Indonesia, perusahaan multinasional hingga nasional, sampai universitas terbaik di seluruh Indonesia.
3. Keberhasilan yang Dicapai
          Yasa  telah mendapatkan beberapa penghargaan skala nasional hingga internasional atas semua yang ia lakukan dalam dunia bisnis di Indonesia, diantaranya :
  1. ·        Juara satu Wirausaha Muda Mandiri Nasional kategori Mahasiswa Kreatif pada tahun 2015
  2. ·  tokoh Nyata Film Dokumenter Pemimpin Muda Bisnis dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia pada 2015
  3. ·         Yasa Singgih & Men's Republic menjadi Juara 1 Global Student Entrepreneur Awards Asia Pacific.
  4. ·         Marketeers Youth of The Year in 2016 oleh Mark Plus.
  5. ·         Masuk dalam 30 Under 30 Young Leaders & Entrepreneurs in Asia versi Forbes tahun 2017.

4. Kiat-Kiat Sukses
      Menurutnya, ada 8 poin kunci yang membuatnya jadi sukses. Antara lain: Risk taker, berani gagal, tunda kesenangan,peka melihat peluang, networking, motivasi, strategi ,attitude
      Selain itu, Yasa Singgih memiliki cara sendiri untuk mempromosikan produknya ke masyarakat. Yasa menggunakan berbagai sosial media untuk menawarkan produknya lewat berbagai foto yang menarik. Yasa sangat menggantungkan penjualan fashion menggunakan sosial media. Yasa menggunakan Facebook, Twitter, hingga Instagram untuk memasarkan produknya. Selain itu, Yasa juga menggunakan website sebagai sarana penjualan produknya dan juga distributor.
5. Tantangan yang Dihadapi
   Diawal usaha konveksi kaosnya,  Yasa menghadapi sedikit masalah, dikarenakan Yasa tidak mampu mendesign kaos yang akan dijualnya. Dia beerniat untuk belajar dari  buku “3 hari jago Adobe” namun hasilnya tidak ada. Hingga akhirnya dia memutuskan menmbuat design kaos menggunakan MS Word. Dengan keadaan tersebut dia maksain design tersebut untuk dipake dikaos tersebut. Terciptalah 2 lusin kaos, Pas uda jadi kaosnya luar biasanya Yasa jualan 1 bulan cuman laku 2 kaos, itupun yang beli nyokapnya karna kasian, dan kaosnya dikasi ke satpam komplek
            Ketika mencoba bsinis kuliner dengan mendirikan kafe kecil yang ia namai Ini Teh Kopi. Tak lama kemudian, sekitar enam bulan kemudian ia sudah membuka cabang.Namun ternyata bisnis baru yang ia kelola tersebut mengalami kebangkrutan yang membuatnya malah menderita kerugian. Menurutnya, jika dihitung kerugian yang ia derita mencapai 100 juta dari kegagalan yang ia alami.
         Kegagalan yang dihadapi Yasa tidak membuatnya putus asa. Malah kegagaln tersebut membuat Yasa lebih semangat lagi sehingga Yasa bisa serti saat ini. Karena menurut Yasa gagal itu adalah hal yang biasa. Karena yang terpenting adalah bagaimana cara kita menyikapi krgagalan yang kita alami. Banyak orang saat tua menyesal bukan dengan apa yang mereka lakukan tapi dengan apa yang belum mereka lakukan.

KESIMPULAN
            Yasa Singgih merupakan wirausahawan muda yang mampu masuk kedalam 30 Under 30 Young Leaders & Entrepreneurs in Asia versi Forbes tahun 2017. Kesuksesan yang diraihnya ini butuh proses yang panjang. Mulai dari membangun usaha awal bahkan kegagalan yang dihadapi. Namun, kegagalan yag dihadapi tak membuat seorang Yasa putus asa, ia malah lebih semangat untuk membuktikan bahwa ia bisa.

REFERENSI





           
           
           
           

Comments

Popular posts from this blog

KARAKTERISKTIK DAN MANFAAT KESAMBI