MANFAAT EKONOMI NIPAH
Tugas
Ekonomi Sumberdaya Hutan Medan, April 2019
MANFAAT EKONOMI KOMODITI KEHUTANAN
Nipah (Nypa fruticans)
Dosen Penanggungjawab
Dr.
Agus Purwoko, SP., M.Si
Disusun Oleh:
Hatika Hairani
171201030
Hatika Hairani
171201030
HUT
4B
PROGRAM STUDI
KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2019
NIPAH (Nypa fruticans)
Hutan mangrove merupakan salah satu contoh dari
berbagai ekosistem hutan di Indonesia yang sangat berpotensi untuk digali
sebagai sumber pangan dalam mendukung ketahanan pangan. Secara ekologi tanaman nipah
bermanfaat untuk mencegah terjadinya
abrasi air laut. Tanaman
nipah menjadi filter
air permukaan (run
of) dari daratan
ke sungai, melindungi tebing sungai dari erosi air laut (abrasi), menjadi
wilayah penyangga terhadap rembesan air laut (intrusi) dan berfungsi dalam
menyaring air laut menjadi air daratan yang tawar sehingga dapat pula menjadi
penyangga kehidupan di daratannya, mengolah bahan limbah, penghasil oksigen dan
penyerap karbondioksida sumber plasma nutfah. Selain manfaat
ekologis juga mempunyai
manfaat ekonomi.
Nipah atau Nypa
fruticans (Thunb.) Wurmb adalah anggota suku Palmae, tumbuh di sepanjang
sungai yang terpengaruh pasang surut air laut dan tumbuhan ini dikelompokkan
pula dalam ekosistem hutan mangrove. Jenis ini tumbuh rapat berkelompok,
seringkali membentuk komunitas murni yang luas di sepanjang sungai dekat muara
hingga sungai dengan air payau. Buahnya membulat seperti buah pandan dengan
panjang bonggol hingga 45 cm. Sebaran jenis ini utamanya di daerah equator,
melebar dari Sri Langka ke Asia Tenggara hingga Australia Utara. Luas
pertanaman nipah di Indonesia diperkirakan 700.000 ha, merupakan nipah yang
terluas dibandingkan dengan Papua Nugini (500.000 ha) dan Filipina (8.000 ha).
Di Indonesia pohon nipah mempunyai berbagai nama
lokal seperti daon, daonan, nipah, bhunjok, lipa, buyuk (Sunda, Jawa), buyuk
(Bali), bhunyok (Madura), bobo (Menado, Ternate, Tidore), boboro (Halmahera),
palean, palenei, pelene, pulene, puleanu, pulenu, puleno, pureno, parinan,
parenga (Maluku).
Klasifikasi Nipah
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Sub Kingdom : Tracheobionta (Tumbuhan
Berpembuluh)
Infra Kingdom : Streptophyta (Tumbuhan
Darat)
Super Divisi : Spermatophyta (Tumbuhan
Berbiji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan
Berbunga)
Kelas : Liliopsida (Tumbuhan
Monokotil)
Sub Kelas : Arecidae
Ordo : Arecales
Famili : Arecaceae (Tumbuhan
Pinang)
Genus
: Nypa
Spesies
: Nypa
fruticans Wurmb
Ciri–ciri Nipah
·
Batang
Berbeda dengan pohon
kelapa, nipah memiliki batang yang menjalar di tanah dan membentuk rimpang yang
terendam lumpur. Pohon nipah tampak seperti tidak memiliki batang, sebab hanya
daun dari pohon nipah yang muncul diatas tanah.
·
Akar
Akar dari pohon nipah ini
merupakan akar serabut dengan panjang dapat mencapai belasan meter.
·
Daun
Seperti pada jenis pohon
yang termasuk ke dalam famili palem lainnya, rimpang dari pohon palem tumbuh
daun majemuk dengan tinggi mencapai 9 meter dan tangkai daun berukuran 1 sampai
1,5 meter. Daun dari pohon nipah yang masih muda berwarna kuning, sedangkan
daun yang sudah tua berwarna hijau.
·
Bunga
Nipah memiliki bunga
majemuk yang muncul dari ketiak daun, dengan bunga jantan tersusun dalam malai
dan bunga betina terkumpul di ujung yang membentuk bola. Tandan bunga nipah
dapat disadap untuk diambil air niranya.
·
Buah
Nipah memiliki buah yang berbentuk bulat telur dan
gepeng dengan 2 sampai 3 rusuk dan berwarna coklat agak kemerahan. Panjang buah
nipah kurang lebih 13 cm dengan lebar sekitar 11 cm. Buah nipah berkelompok
membentuk bola dengan diameter 30 cm. Umumnya dalam satu tandan, terdapat 30
sampai 50 butir buah nipah.
Tandan buah nipah berbentuk bulat, warna coklat,
kaku dan berserat. Pada setiap buah terdapat satu biji berbentuk telur. Ukuran:
diameter kepala buah: sampai 45 cm. Buah nipah muncul dari tangkai bunga yang
biasanya akan tumbuh sampai menyentuh
lumpur, ketika masak kepala buah akan terpecah menjadi buah-buah yang terpisah
secara individu.
Kulit pada
buah nipah yang tua cenderung keras, sehingga sering tidak dimanfaatkan.
Padahal kulit buah nipah ini memiliki kandungan 50,5% serat kasar 9, 77%
kandungan air dan kandungan lemak sebesar 0,6% pada setiap butir buah nipah
tua. Hal tersebut menunjukkan bahwa buah nipah yang sudah tua memiliki serat
yang cukup tinggi
Manfaat Ekonomi Nipah
Telah banyak dilaporkan bahwa masyarakat sekitar hutan mangrove mengolah
panganan yang bahan bakunya dibuat dari buah mangrove. Salah satu bahan pangan
yang baik kandungan gizinya, potensial dan belum banyak dimanfaatkan di
Indonesia adalah nipah. Buah nipah dapat dijadikan tepung pengganti bahan
pangan misalnya beras, karena tepung ini cukup banyak mengandung karbohidrat,
lemak, protein dan vitamin.
1. Daun
a. Atap Rumah
Pemanfaatan
daun nipah untuk dijadikan atap
rumah dilakukan sudah cukup lama oleh masyarakat kampung.
Daun yang diambil dalam
1 rumpun pohon nipah ini
ada 6 - 8
pelepa yang berwarna daun hijau
sedang (tidak tua dan tidak begitu
muda). Pelepa yang telah
dipotong, kemudian disusun
dan diikat (4 ikat)
berbentuk bulat agar mudah
untuk diangkut. Daun
nipah yang telah disusun
tersebut kemudian didiamkan selama
3 hari, hal
ini dilakukan agar daun
nipah mudah dalam proses
penjaitan atap. Untuk produksi diperkirakan
dalam 1 hari kerja
bisa menghasilkan 100
keping atap daun ukuran
2 - 3 m. Setelah
proses penjahitan maka atap
daun nipah tersebut sudah
siap dipakai dan
di jual, untuk
pembangunan satu rumah berkisar antara
400-500 kepingdengan ukuran pajang 2 -3 m.
b. Sapu Lidi
Pemanfaatan
daun nipah untuk pembuatan sapu
lidi oleh masyarakat,
dimana daun yang
diambil dalam 1
rumpun pohon nipah
ini ada 6 -
8 pelepa
yang berwarna daun hijau sedang (tidak tua dan tidak
begitu muda). Untuk
pemamfaatan dalam 1 rumpun pohon nipah
bisa mencapai 5 ikat sapu
lidi yang siap dipakai dan
dijual. Harga 1 ikat
sapu lidi berkisar
antar Rp 5000 dan
dijual di pasar-
pasar sekitar kampung. Hanya saja
kesulitan dalam pembuatan sapu
lidi (batang daun nipah) tidak sama ukuran, baik panjang
ataupun ukuran besar
dan kecilnya sehingga untuk
membuat anyaman pada ukuran yang lebih
besar agak sulit, memerlukan lidi
yang besar dan panjang.
Untuk mencari lidi
tersebut sulit ditemukan / jarang ada.
c. Anyaman Nipah
Cara
pembuatan anyaman dikerjakan seperti layaknya bahan dari rotan, yang
biasanya dibuat keranjang, bakul
kecil, alat tangkap ikan dan lain-lain.
Dalam pembuatan anyaman
oleh masyarakat mariat pantai
biasanya diisesuaikan dengan selera
atau pesanan. Harga masing-masing
produk pun beragam. Ketupat kecil per 100 biji dijual dengan harga Rp 15 ribu,
ketupat besar Rp 1000 per biji, dan Rp 30 ribu per partai. Sapu lidi Rp 5000
per buah, dan piring anyaman Rp 50 ribu per lusin.
d. Pembungkus Rokok
Daun nipah dapat
dimanfaatkan menjadi bahan baku pembuatan pembungkus rokok sebagai pengganti
kertas rokok untuk menggulung tembakau. Rokok daun nipah adalah rokok yang
dibuat dengan menggunakan tembakau yang dicampur dengan cengkeh lalu dibungkus
menggunakan daun nipah.
Perbedaan kualitas
pembungkus rokok juga mempengaruhi harga produk yang dijual. Pembungkus rokok
kualitas super dijual dengan harga Rp. 30.000,00 perkilogram sedangkan untuk
kualitas I dijual dengan harga Rp. 22.000,00 perkilogram.
2. Batang Daun
a. Garam Nipah
Proses pembuatan garam dari bahan batang daun nipah
yang sudah agak tua, biasanya
batang daun yang
sudah diambil daunnya, dan
jika dipotong daging pelepahnya
berwarna agak merah (semakin merah batang
tesebut, maka kadar garam
pada batang daun tersebut
semakin tinggi). Proses pembuatan garam
nipah ini pada prinsipnya adalah
proses pencucian kadar garam
yang terkandung dalam pelepah nipah, yang terabsorbsi selama
nipah tersebut hidup. Dari 7
pelepah nipah yang digunakan dalam
uji coba pembuatan garam, diperoleh
garam sebanyak 1,2 kg
atau rata-rata menurut
pengukuran dari 100 pelepah
biasanya diperoleh garam sebanyak
20 kg. Pemanfaatan ini bisanya, dilakukan
oleh suku kokoda inanwatan yang
bermukimam dikampung mayat pantai.
b. Sumber pakan
Selain dapat dimamfaatkan menjadi garam, nipah
merupakan sumber pangan dan
energi, namun belum banyak
dipublikasi mengenai potensi maupun pemanfaatannya. Padahal hampir di
sebagian besar sungai
yang masih terpengaruh oleh
pasangnya air laut
banyak dijumpai tumbuhan
nipah dengan populasi
yang sangat besar. Nipah juga dapat dibuat sebagai sumber
pakan bagi masyarakat
mariat pantai. Pengambilan bahan
baku berupa pelepah nipah
yang sudah tua
sesuai kebutuhan. Pelepah yang
sudah diambil selanjutnya dibakar
±15 menit untuk memisahkan getah
dari pelepah nipah tersebut. Kemudian pelepah yang telah dibakar, dibersihkan
dan di rebus sampai air
tersebut mendidih, lalu diangkat
dan airnya disaring
agar bersih. Airnya yang
dimamfaatkan menjadi bahan membuat
sayur oleh masyarakat. Pemanfaatan
ini khusus oleh
masyarakat kokoda yang
tinggal di kampung maryat pantai.
3. Pelepah Nipah
Tangkai daun dan pelepah
nipah dapat digunakan sebagai bahan kayu bakar yang baik. Pelepah daun nipah mengandung selulosa yang bisa dimanfaatkan
sebagai bahan baku pembuatan pulp (bubur kertas).
4. Tandan Bunga
Nipah
Bunga nipah berupa mayang yang muncul di ketiak
daun, berbentuk seperti tongkol, bagian pangkalnya berwarna sedikit jingga.
Panjang mayang itu dapat mencapai sekitar 1,2 m. Bunga pada cabang utama mayang
atau di bagian ujung mayang biasanya berkelamin betina, sedangkan yang muncul
pada sumbu lateralnya berkelamin jantan. Seperti pada kebanyakan palem lain,
nipah pun dapat disadap menghasilkan nira, sejak berbunga.
Proses
pengambilan nira nipah
yang dilakukan oleh
masyarakat kampung maryat dengan
cara di iris/sadap untuk
batang nipah yang sudah dirawat sebelumnya. Untuk
rata-rata 1 rumpun pohon dilakukan 2 kali pengirisan/sadap dalam
setiap batang nirah nipah
dan ditampung dalam sebuah
wadah (ruas bambu)
dengan daya tampung ± 2 liter.
Dalam satu kali
pengambilan (5 pohon) masyarakat
dapat memperoleh hasil rata-rata
produksi nira sebanyak 40
-50 liter dalam
suatu kelompok masyarakat. Untuk
satu rumpun pohon, jangka
waktu pemamfaatan berkisar antara 3-4 bulan. Tiap 454 liter nira
menghasilkan 52 kg dan hanya dengan proses evaporasi (pemekatan) dìproduksi
gula merah (Brown Sugar). Komposisi
nira nipah segar mengmdung sukrose 13- 15 %, bahan padat terlamt (brix) 15- 17
%, gula reduksi 0,2-0,5 %, kadar abu 0.3-0,7 %; warns ICUNSA 7000 dan kemurnian
(HK) 86,7-88,2.
Nira nipah ini sendiri dapat diolah menjadi berbagai
macam produk yang memiliki nilai jual tersendiri diantaranya adalah:
a. Gula Putih
Nira nipah dapat
digunakan sebagai bahan baku gula kristal putih dan pabrik alkohol (industri
fementasi). Dilihat dari komposisinya menunju&an bahwa nira rnentah nipah
mempunyai kualitas yang tidak jauh berbeda bila dibandingkan dengan nira tebu.
Pada umumnyaya nira mentah nipah mempunyai kelebihan dari segi warnanya yaitu
50-70 % lebih putih dan kemurniamya (apparent
purity) lebih tinggi dibandingkan dengan nira tebu. Secara teknis nira
nipah mempunyai potensi dan memngkinkan untuk diolail menjadi gula kristal
putih.
b. Gula Merah
Pembuatan gula nira
sendiri dapat dilakukan dengan mudah dan dengan metode yang sangat sederhana.
Pembuatan gula dari nira nipah ini sama seperti pembuatan gula merah dari nira
pohon aren.
c. Cuka
Nira yang dikeringkan dengan dimasak dipasarkan
sebagai gula nipah (palm sugar). Dari hasil oksidasi gula nipah dapat
dihasilkan cuka.
d. Tuak
Di Filipina dan juga
di Papua, nira ini diperam untuk menghasilkan
semacam tuak yang dinamakan tuba (dalam
bahasa Filipina).
e. Etanol
Di Malaysia, nira nipah
dibuat sebagai bahan baku etanol yang dapat dijadikan
bahan bakar nabati pengganti bahan bakar minyak bumi. Etanol yang dapat
dihasilkan adalah sekitar 11.000 liter/ha/tahun, jauh lebih unggul
dibandingkan kelapa
sawit (5.000 liter/ha/tahun).
f. Nata
Dalam keadaan segar nira
nipah memiliki rasa manis karena memiliki kadar gula yang cukup tinggi. Cairan
ini merupakan media yang subur bagi pertumbuhan mikroorganisme, sehingga nira
nipah berpotensi digunakan sebagai bahan baku untuk menghasilkan produk melalui
proses fermentasi seperti nata.
5. Buah
Untuk
buah pohon nipah
yang sudah mengkal, buah-buah
nipah itu dipetik dan
dikupas kulitnya lalu direndam
selama 3 hari. Dimanfaatkan
sebagai bahan bakusari
buah/es buah
(kolang-kaling). Umumnya masyarakat mariat pantai
memamfaatkan buah nipah baik
untuk dikonsumsi sendiri maupun dijual
pada kurun waktu tertentu, misalnya
setiap tahun pada bulan puasa.
Selain dimanfaatkan secara langsung, buah nipah juga
dapat diolah menjadi tepung nipah. Tepung nipah mengandung serat tinggi dengan
kandungan lemak dan kalori rendah yang berpotensi untuk dijadikan makanan bagi
orang yang melakukan diet. Tepung buah nipah mengandung sembilan dari dua belas
jenis asam amino esensial, yaitu Histidin, Arginin, Threonin, Valin, Methionin,
Iso-leusin, Leusin, Phenil alanin dan Lysin yang sangat dibutuhkan oleh tubuh
manusia. Kadar lemak (nabati) kasar dari
tepung nipah paling rendah (0,08%) di antara komoditi beras, jagung dan
lain-lain. Serat kasar yang dikandung tepung buah nipah cukup baik (22,11%)
hampir setara dengan bungkil kelapa (22,34%). Kandungan protein, beta-N,
kalsium (Ca), phospor (P) dan karbohidrat cukup baik, setara dengan beras.
Kandungan serat yang tinggi, kandungan lemak yang rendah dan kandungan
kalorinya rendah, menjadikan nipah juga baik dikonsumsi oleh orang yang
melakukan diet.
Sumber :
Febriadi,
I dan Fajrianto. S. 2018. Inventarisasi Dan Pemanfaatan Nipah (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb) Oleh
Masyarakat Pada Hutan Mangrove Kampung Mariat Pantai Distrik
Aimas Kabupaten Sorong. Jurnal Median. 10
(3) : 23-29.
Heriyanto,
N.M., Endro. S dan Endang. K. 2011. Potensi
Dan Sebaran Nipah (Nypa fruticans (Thunb.) Wurmb) Sebagai
Sumberdaya Pangan. Jurnal Penelitian
Hutan dan Konservasi Alam. 8 (4) : 327-335.
Lempang,
M. 2012. Produksi Nata Fruticans dari Nira Nipah. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. 31 (2) : 110-119.
Muthmainnah
dan Irma. S. 2016. Nilai Manfaat Ekonomi Tanaman Nipah (Nypa fruticans)
Desa Lakkang Kecamatan Tallo Kota Makassar. Jurnal Hutan Tropis. 4 (2) :
140-144.
Sari,
D.P., Agus.P dan Kansih.S.H. Analisis Finansial Pemanfaatan Daun Nipah (Nypa
fruticans Wurmb.) Sebagai Bahan Baku Pembuatan Pembungkus Rokok
https://www.kompasiana.com/imambudimankemenhut/552ae720f17e614650d623e8/nipah-untuk-ketahanan-pangan










Comments
Post a Comment